interior kamar apartemen

interior kamar apartemen

interior kamar apartemen

interior kamar apartemen

Berikut ini kami akan mengulas cara membeli apartemen agar anda lebih cermat dalam memilih.Untuk bukti surat apartemen adalah sertifikat HM-SRS.

  1. bentuk kepemilikan

    ada dua bentuk kepemilikan. Pertama, kepemilikan terpisah dan berdiri sendiri atau kepemilikan sebuah unit SRS. Unit ini merupakan bagian bangunan gedung bertingkat. Batas-batas pemilikan setiap unit, misalnya berupa dinding-dinding pemisah bagian dalam, langit-langit struktur bagian bawah dan lantai struktur bagian atas. Luas unit sama dengan luas lantai.

    Kedua, kepemilikan bersama atas bagian bersama. Misalnya atap, dinding pemisah, koridor, lift, atau tangga. Ada juga sarana yang dipakai bersama, seperti tempat parkir, jogging track, taman, kolam renang, lapangan tenis, yang disebut benda bersama. Lalu ada tanah hak bersama, yaitu bidang tanah yang menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan dengan unit apartemen bersangkutan.

    Bentuk pemilikan unit apartemen selalu meliputi dua hal di atas. Perbandingan pemilikan secara individual dan pemilikan bersama biasanya ditegaskan dalam sebuah pertelaan yang telah ditetapkan pengembang. Ini disebut Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

  2. Kelengkapan

    kalau anda hendak membeli satu unit apartemen, sebaiknya pilih yang telah selesai dibangun dan sudah memenuhi syarat untuk dijual. Ada yang perlu diperhatikan :
    – ada sertifikat tanah hak bersama

    – ada izin layak huni dari pemerintah setempat

    – unit-unit apartemen telah dipisah-pisahkan. Setiap unit telah memiliki sertifikat HM-SRS yang diterbitkan oleh kantor pertanahan setempat.

    – Pembelinya adalah warga negara indonesia, jika status tanah hak bersama HGB. Jika hak pakai, dapat pula dibeli oleh orang asing yang tinggal di Indonesia.

  3. Pembayaran

    ada tiga cara pembayaran yang umum dikenal, yaitu cara cash, cash keras atau menggunakan fasilitas KPR. Lewat cara cash, pembeli bisa mendapat diskon. Cash keras dilakukan jika pembeli ingin melunasi harga jual dalam dua atau tiga kali angsuran. Kalau menggunakan KPR terdapat aturan sbg berikut :

    – pembeli mesti membayar uang muka sebesar yang ditetapkan pengembang, besarnya bisa 20 % atau 30% dari harga jual yang disepakati.

    – pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN) dapat diangsur bersama angsuran yang diperjanjikan.

    – pengembang menunjuk bank yang bersedia memberikan KPR

    – calon pembeli menandatangani perjanjian pengikatan jual beli HM-SRS.

    – jika angsuran uang muka, PPN dan sisa harganya telah dilunasi, dapat dilaksanakan jual beli. Tentu saja bila sertifikat HM-SRS telah diterbitkan kantor pertanahan.

Umumnya pembangunan apartemen memerlukan waktu sekitar 30 bulan. Oleh karena itu, calon pembeli biasanya memesan terlebih dahulu. Jika serius, calon pembeli bisa menindaklanjuti dengan pembayaran uang tanda jadi. Proses selanjutnya, menandatangani perjanjian pengikatan jual beli HM-SRS, membayar uang muka, berikut PPN sebesar 10 % dari harga jual, dan membayar sisa harga lewat KPR.

Jaminan pengembang diperlukan sebagai buy back guarantee. Jaminan ini perlu karena selama apartemen nelum selesai, jual beli HM-SRS belum dapat dilaksanakan. Jual beli HM SRS baru dapat dilakukan setelah diterbitkan izin layak huni dari pemerintah setempat dan sertifikat HM-SRS dari kantor pertanahan yang berwenang di kabupaten atau kota.

Interior kamar apartemen

Interior kamar apartemen

desain interior kamar

desain interior kamar

desain interior dapur

desain interior dapur